Subconcious Mind, Concious Mind and Superconcious Mind
Posted by diah at 08:30 AM on January 30, 2004.
Assalamu'alaikum wr wb
Ini sebenarnya merupakan studi pribadi saya, my journey to inner self. Saya banyak baca artikel mengenai hal ini, secara teori dan juga coba praktek. Hal yang paling cepat saya dapatkan adalah kontrol diri, walau belum sempurna, tapi makin membaik.
Dari literatur2 yg saya baca, manusia terdiri dari dua tubuh, fisik & spiritual. pengertian saya, subconscious mind mewakili tubuh fisik dimana Input/Output devicesnya adalah Panca Indra, Superconscious mind mewakili tubuh spiritual. Sedangkan Conscious mind tentunya adalah 'state of mind' kita sekarang, yang merupakan area tempat bersinggungannya kedua 'minds' sebelumnya.
Karena subconscious mind mewakili tubuh fisik, maka saat membuat profile di otak sadar, cenderung mewakili kebutuhan fisik untuk mempertahankan diri, misalnya mencukupi kebutuhan jasmani, makan, minum, seks, materi, yang caranya dapat halal dan non halal karena tidak ada konsep benar & salah). Naluri2 yang terwakili juga sama halnya seperti yang ada pada hewan/binatang.
Superconscious, karena mewakili tubuh spiritual mewakili kebutuhan akan jati diri, pencarian akan Tuhan, sifat2 ingin memberi, menolong, dst (99 Thinking Hats-nya Ary Ginanjar dalam buku ESQ). Perasaan gembira, riang juga konsep benar & salah. Ini semua sudah built-in. Hanya tinggal diasah.
Banyak yang mengatakan konsep benar & salah adalah hal yang relatif, misalnya kalau seumur hidup kita diajari bahwa mencuri adalah suatu hal yang benar, maka kita tak akan tahu bahwa hal tsb salah. Tapi saya meyakini tidak demikian. Kok rasanya ada yang kurang sreg, kalau melakukan sesuatu yang saya anggap benar, dan ternyata di kemudian hari terbukti saya salah. Artinya, otak sadar saya saat itu kurang mendengarkan Superconscious mind.
Untuk meningkatkan Superconscious mind, praktisnya ya, pertama belajar untuk lebih mendengarkan apa kata suara hati kita. Misalnya : *Saya baca di buku "TriEnergetics' (mengajarkan keseimbangan antara makanan, pikiran & olahraga untuk kesehatan optimal) disebutkan, bahwa kalau kita makan cobalah nikmati setiap suapan, rasakan sensasi di lidah, di perut, perasaan hati kita saat mengunyahnya, maka lama kelamaan kita bisa 'mendengar' saat tubuh kita mengatakan 'cukup', atau saat tubuh kita menolak makanan tsb. Umumnya kita makan untuk menyambung hidup atau malah hidup untuk makan. Tak terlintas sebelumnya bagi saya untuk 'menghayati' makan. (Btw, saat ini saya belum mampu mendengar itu sih......)
* Puasa, dengan menahan lapar, haus, sex, amarah dst, sebenarnya kita sedang melatih diri untuk lebih menggunakan Superconscious mind kita daripada Subconscious mind kita. Dan kemudian ibadah2 sepanjang malam untuk mendekatkan ke Allah SWT. Itu pun suatu sarana 'berlatih'. Makanya dikatakan dlm Al-Qur'an "Kuwajibkan atas kamu berpuasa seperti (umat) sebelum kamu agar engkau menjadi orang yang bertakwa" . Di literatur lain dikatakan, sistem pembuluh darah kita adalah sistem bioelektrik dan karena tegangan = arus/hambatan, maka dengan berpuasa kadar zat2 makanan dlm pembuluh darah kita berkurang, dan karena hambatan ini berkurang, maka tegangan akan naik, jadi kita akan menjadi receiver yang lebih kuat untuk mendengar 'suara2' tsb.
* Sujud ; mungkin pernah mendengar bahwa berdasarkan riset kedokteran, sujud misalnya dalam sholat menyebabkan kelenjar hypotalamus dialiri oleh darah, sehingga kesehatannya terjaga. Kelenjar hypotalamus diyakini sebagai kelenjar pengontrol sistem bawah sadar kita (spt denyut jantung & pernapasan) juga dapat mengontrol sifat agresif/hewani.
* Keadaan gelap total & sunyi; kelenjar hypotalamus ketika dalam gelap & sunyi akan masuk ke 'save mode' dimana tubuh fisik beristirahat dan tubuh spiritual dapat mengambil alih . Mimpi2, atau perjalanan astra biasanya terjadi ketika kita tidur. Para pertapa biasanya mengasingkan diri dalam gua yang gelap, berpuasa agar bisa 'shifting' ke tubuh spiritualnya.
* Meditasi, karena dengan fokus ke satu hal/menghilangkan pikiran anda, otomatis kesadaran naik ke Superconscious.
* Membaca berulang2 seperti dzikir kepada Allah, yang efeknya sama seperti meditasi.
Dan lain-lain
Kedua, mencoba memprogram/menanamkan ide-ide ke dalam otak kita, paling efektif kalau kita masuk dalam kondisi di atas dimana Subconscious berada dalam kondisi off guard. Menurut Tony Buzan, ide disampaikan harus positif & benar, misalnya jika gemuk ingin kurus, afirmasi "saya TIDAK gemuk" tak berguna karena kata "tidak' diignore oleh Subconscious(makanya sering anak kecil jika dibilang tidak/jangan malah justru itu yg dilakukan). Afirmasi bahwa "saya kurus" juga berbahaya, karena anda tahu bahwa informasi tsb tidak benar sehingga akan ada konflik batin. Yang terbaik katanya adalah afirmasi "saya SEMAKIN kurus' yang akan mendorong Subconscious mind untuk mewujudkannya. Dan kata2 tsb diulang berkali2 (misal 30 - 50 x)
Waktu yang paling baik adalah saat sebelum tidur dan saat bangun tidur, lebih bagus lagi kalau bangun pada pertengahan malam dimana kita nggak fully asleep ataupun fully awake.
Berhubungan dengan anak kecil karena 'mereka lahir bagai selembar kertas kosong' , dan mereka melihat kita sebagai tokoh panutan, maka informasi yang disampaikan dengan cara yang salah akan dengan mudah diserap dan akibatnya menghasilkan sikap/perilaku yang tak sesuai keinginan. Ini makanya saya mengatakan lingkungan yang baik tsb bukan sekedar menyediakan faktor eksternal. Ada buku yg menarik untuk dibaca, yaitu "Children are from Heaven karangan John Gray (pengarang Men are from Mars and Women are Venus)...
Wassalamu'alaikum wr wb
Ini sebenarnya merupakan studi pribadi saya, my journey to inner self. Saya banyak baca artikel mengenai hal ini, secara teori dan juga coba praktek. Hal yang paling cepat saya dapatkan adalah kontrol diri, walau belum sempurna, tapi makin membaik.
Dari literatur2 yg saya baca, manusia terdiri dari dua tubuh, fisik & spiritual. pengertian saya, subconscious mind mewakili tubuh fisik dimana Input/Output devicesnya adalah Panca Indra, Superconscious mind mewakili tubuh spiritual. Sedangkan Conscious mind tentunya adalah 'state of mind' kita sekarang, yang merupakan area tempat bersinggungannya kedua 'minds' sebelumnya.
Karena subconscious mind mewakili tubuh fisik, maka saat membuat profile di otak sadar, cenderung mewakili kebutuhan fisik untuk mempertahankan diri, misalnya mencukupi kebutuhan jasmani, makan, minum, seks, materi, yang caranya dapat halal dan non halal karena tidak ada konsep benar & salah). Naluri2 yang terwakili juga sama halnya seperti yang ada pada hewan/binatang.
Superconscious, karena mewakili tubuh spiritual mewakili kebutuhan akan jati diri, pencarian akan Tuhan, sifat2 ingin memberi, menolong, dst (99 Thinking Hats-nya Ary Ginanjar dalam buku ESQ). Perasaan gembira, riang juga konsep benar & salah. Ini semua sudah built-in. Hanya tinggal diasah.
Banyak yang mengatakan konsep benar & salah adalah hal yang relatif, misalnya kalau seumur hidup kita diajari bahwa mencuri adalah suatu hal yang benar, maka kita tak akan tahu bahwa hal tsb salah. Tapi saya meyakini tidak demikian. Kok rasanya ada yang kurang sreg, kalau melakukan sesuatu yang saya anggap benar, dan ternyata di kemudian hari terbukti saya salah. Artinya, otak sadar saya saat itu kurang mendengarkan Superconscious mind.
Untuk meningkatkan Superconscious mind, praktisnya ya, pertama belajar untuk lebih mendengarkan apa kata suara hati kita. Misalnya : *Saya baca di buku "TriEnergetics' (mengajarkan keseimbangan antara makanan, pikiran & olahraga untuk kesehatan optimal) disebutkan, bahwa kalau kita makan cobalah nikmati setiap suapan, rasakan sensasi di lidah, di perut, perasaan hati kita saat mengunyahnya, maka lama kelamaan kita bisa 'mendengar' saat tubuh kita mengatakan 'cukup', atau saat tubuh kita menolak makanan tsb. Umumnya kita makan untuk menyambung hidup atau malah hidup untuk makan. Tak terlintas sebelumnya bagi saya untuk 'menghayati' makan. (Btw, saat ini saya belum mampu mendengar itu sih......)
* Puasa, dengan menahan lapar, haus, sex, amarah dst, sebenarnya kita sedang melatih diri untuk lebih menggunakan Superconscious mind kita daripada Subconscious mind kita. Dan kemudian ibadah2 sepanjang malam untuk mendekatkan ke Allah SWT. Itu pun suatu sarana 'berlatih'. Makanya dikatakan dlm Al-Qur'an "Kuwajibkan atas kamu berpuasa seperti (umat) sebelum kamu agar engkau menjadi orang yang bertakwa" . Di literatur lain dikatakan, sistem pembuluh darah kita adalah sistem bioelektrik dan karena tegangan = arus/hambatan, maka dengan berpuasa kadar zat2 makanan dlm pembuluh darah kita berkurang, dan karena hambatan ini berkurang, maka tegangan akan naik, jadi kita akan menjadi receiver yang lebih kuat untuk mendengar 'suara2' tsb.
* Sujud ; mungkin pernah mendengar bahwa berdasarkan riset kedokteran, sujud misalnya dalam sholat menyebabkan kelenjar hypotalamus dialiri oleh darah, sehingga kesehatannya terjaga. Kelenjar hypotalamus diyakini sebagai kelenjar pengontrol sistem bawah sadar kita (spt denyut jantung & pernapasan) juga dapat mengontrol sifat agresif/hewani.
* Keadaan gelap total & sunyi; kelenjar hypotalamus ketika dalam gelap & sunyi akan masuk ke 'save mode' dimana tubuh fisik beristirahat dan tubuh spiritual dapat mengambil alih . Mimpi2, atau perjalanan astra biasanya terjadi ketika kita tidur. Para pertapa biasanya mengasingkan diri dalam gua yang gelap, berpuasa agar bisa 'shifting' ke tubuh spiritualnya.
* Meditasi, karena dengan fokus ke satu hal/menghilangkan pikiran anda, otomatis kesadaran naik ke Superconscious.
* Membaca berulang2 seperti dzikir kepada Allah, yang efeknya sama seperti meditasi.
Dan lain-lain
Kedua, mencoba memprogram/menanamkan ide-ide ke dalam otak kita, paling efektif kalau kita masuk dalam kondisi di atas dimana Subconscious berada dalam kondisi off guard. Menurut Tony Buzan, ide disampaikan harus positif & benar, misalnya jika gemuk ingin kurus, afirmasi "saya TIDAK gemuk" tak berguna karena kata "tidak' diignore oleh Subconscious(makanya sering anak kecil jika dibilang tidak/jangan malah justru itu yg dilakukan). Afirmasi bahwa "saya kurus" juga berbahaya, karena anda tahu bahwa informasi tsb tidak benar sehingga akan ada konflik batin. Yang terbaik katanya adalah afirmasi "saya SEMAKIN kurus' yang akan mendorong Subconscious mind untuk mewujudkannya. Dan kata2 tsb diulang berkali2 (misal 30 - 50 x)
Waktu yang paling baik adalah saat sebelum tidur dan saat bangun tidur, lebih bagus lagi kalau bangun pada pertengahan malam dimana kita nggak fully asleep ataupun fully awake.
Berhubungan dengan anak kecil karena 'mereka lahir bagai selembar kertas kosong' , dan mereka melihat kita sebagai tokoh panutan, maka informasi yang disampaikan dengan cara yang salah akan dengan mudah diserap dan akibatnya menghasilkan sikap/perilaku yang tak sesuai keinginan. Ini makanya saya mengatakan lingkungan yang baik tsb bukan sekedar menyediakan faktor eksternal. Ada buku yg menarik untuk dibaca, yaitu "Children are from Heaven karangan John Gray (pengarang Men are from Mars and Women are Venus)...
Wassalamu'alaikum wr wb

*sumpe lupa bangeeettt* Dan seperti tradisi di kantor, dia bawa kue deh. Pembagian kuenya juga ngikutin aturan kantor, yang cewek 2 potong...yang cowok 1 potong..yiippiiieeee .....